Kamiryuzura

Laki-laki, 16 tahun

Samarinda, Indonesia

Enjoy your life and stay with Allah, Always Technicion.
::
Start
Noob Valiance
Shutdown

Navbar3

Minggu, 22 September 2013

Struktur Direktori GNU/linux

Struktur Direktori GNU/Linux - Struktur direktori GNU/Linux sangat berbeda dengan struktur direktori windows/dos dimana dalam GNU/Linux tidak akan ditemukan drive a, drive c dan drive lainnya karena GNU/Linux menganut satu direktori utama yaitu / dibaca root, perhatikan ada user root, /root (dibaca slash root) hal ini sesuatu yang berbeda Buka Nautilus, cari /.
  1. /bin - Direktori yang berisi binary files yang dapat dieksekusi oleh users system. Direktori ini menghandle perintah perintah standar GNU/Linux diantaranya ls, cp, mv dan beberapa lainnya.
  2. /boot - Direktori yang berisikan file-file yang dibutuhkan saat proses booting termasuk didalamnya adalah kernel image GNU/Linux.
  3. /dev - Direktori yang merepresentasikan/mewakili device hardware. Dalam GNU/Linux everything is files, semua device hardware komputer berada dibawah direktori ini.
  4. /etc - Direktori yang berisi file-file konfigurasi system. File-file konfigurasi ini dibutuhkan oleh paket-paket lain untuk menjaga prilaku system.
  5. /home - GNU/Linux merupakan sistem operasi yang mendukung multiuser. Kebijakan keamanannya sangat ketat, olehnya itu direktori /home merupakan home direktori atau area kerja dari masing-masing user GNU/Linux kecuali user root (super user).
  6. /lib - Merupakan direktori file-file library GNU/Linux yang mendukung binary files baik yang berada didirektori /bin maupun /sbin.
  7. /mnt - Direktori yang disiapkan untuk mounting point device storage.
  8. /media - Direktori memounting/mengaitkan media removable storages seperti harddisk eksternal, floppy disk, cdrom/dvdrom, flashdisk, digital kamera maupun media lainnya.
  9. /opt - Direktori yang berisi optional application software packages. Diharapkan dengan adanya direktori ini manajemen paket aplikasi tambahan dapat dilakukan dengan mudah.
  10. /proc - merupakan direktori yang unik yang dinamis karena direktori ini berisi virtual file system yang menyediakan akses informasi kernel secara realtime.
  11. /root - Home direktori khusus super user (user root). Direktori ini sengaja dipisahkan dari direktori home user biasa di/home untuk menghandle jika partisi /home gagal di mounting maka system secara keseluruhan dapat diselamatkan oleh root. /root dibaca slash root.
  12. /sbin - Direktori ini pada prinsipnya sama dengan direktori /bin yang berisi file-file binary. Namun direktori /sbin ini hanya dapat diakses oleh user root dalam kondisi sistem normal. Users biasa tidak memiliki akses untuk menjalankan binary files di direktori ini
  13. /tmp - Direktori yang berisi temporary files artinya file-file yang sifatnya hanya dibutuhkan sekali saja. Direktori ini dapat diakses oleh semua users sistem.
  14. /usr - Bisa dikatakan sebagai direktori utama dibawah main direktori tempat diletakkannya file-file program aplikasi, dokumentasi, source kernel dan x-window system dari distribusi GNU/Linux yang digunakan.
  15. /var - Direktori tempat menampung file-file log system, spool files dan temporary e-mail files. Direktori ini sangat berguna untuk mengecek jejak kelakuan pengguna dan sistem GNU/Linux.

Read More --►

Perintah Dasar Linux

Perintah Penanganan File
  1. Membuat direktori
    $ mkdir data
  2. Menampilkan isi dari direktori
    $ ls -ls
  3. Berpindah direktori
    $ cd data
  4. Menampilkan tempat direktori yang sedang dikerjakan
    $ pwd
  5. Mengcopy file dan direktori.
    $ cp sample.txt sample_copy.txt
    $ cp sample_copy.txt target_dir
  6. Memindahkan atau merubah nama file
    $ mv source.txt target_dir
    $ mv old.txt new.txt
  7. Menghapus file atau direktori
    $ rm file1.txt
    $ rm -­vrf some_dir
  8. Mencari file dalam sebuah direktori
    $ find file1.txt
    $ find ­name file1.txt
  9. Update waktu akses dan modifikasi setiap BERKAS ke waktu sekarang. Argumen FILE yang tidak ada menjadi ada kosong.
    $ touch done
  10. Menentukan jenis file.
    $ file ubuntu-desktop.pdf
  11. Menemukan atau mencari file.
    $ locate file1.txt
  12. Locate the binary, source, and manual page files for a command.
    $ whereis ssh
Pola
Pola adalah ungkapan yang menggambarkan satu set string yang digunakan untuk memberikan gambaran ringkas dari sebuah himpunan, tanpa harus daftar semua elemen. contoh : ab*cd cocok apa pun yang dimulai dengan ab dan diakhiri dengan cd dll.
$ ls *.txt
artinya mencetak semua file yang berekstensi .txt (file teks)
Pemrosesan Teks
  1. Menggabungkan file dan cetak pada keluaran standar.
    $ cat avatar.avi.001 avatar.avi.002 > avatar.avi
    $ cat readme.txt
  2. Menampilkan baris teks.
    $ echo "I love Indonesia"
    $ echo $HOME
  3. Mencetak baris yang cocok dengan pola.
    $ grep ­i apple sample.txt
  4. Mencetak jumlah baris, kata, dan byte di file.
    $ wc file1.txt
  5. Mengurutkan file teks baris.
    $ sort file1.txt
  6. md5sum – compute and check MD5 message digest.
    $ md5sum LinuxMint-5-Fluxbox.iso > md5sums
    $ md5sum -c md5sums
Sistem Administrasi
  1. Mengubah hak akses file.
    $ chmod 744 calculate.sh
  2. Mengubah pemilik file dan group.
    $ chown ugos myfile.txt
  3. Mengubah user ID atau menjadi super-user.
    $ su ugos
    $ su
  4. Update token otentikasi pengguna.
    $ passwd dion
  5. Menunjukkan siapa yang login.
    $ who
Managemen Proses
  1. Laporan snapshot dari proses saat ini.
    $ ps ax
  2. Untuk membunuh proses (menggunakan mekanisme sinyal).
    $ kill ­9 2275
  3. Daftar perangkat USB.
    $ lsusb
  4. Menampilkan nama dan id latar belakang pekerjaan.
    $ jobs
  5. Tampilan tugas Linux.
    $ top
  6. Menghapus layar terminal.
    $ clear
  7. Menampilkan jumlah memori yang bebas dan digunakan dalam sistem.
    $ free -m
Arsip
  1. Arsip file.
    $ tar ­cvf original.tar original/
    $ tar -cpvf original.tar.gz original/
    $ tar ­xvf original.tar
    $ tar xjvf original.tar.bz2
    $ tar --lzma -xvf original.tar.lzma
  2. Kompresor blok-menyortir file.
    $ bzip2 original.mp3
    $ bzip2 -d original.mp3.bz2
  3. Memaketkan dan mengompres (arsip) file.
    $ zip -r original.zip original/
  4. Arsip file dengan kompresi.
    $ rar original.rar original
  5. Ekstrak file yang dikompresi dalam sebuah ZIP archive.
    $ unzip original.zip
  6. Ekstrak file yang dikompresi dalam sebuah RAR archive.
    $ unrar -x original.rar
  7. Sebuah pengarsipan file dengan rasio kompresi tertinggi.
    $ 7z e original.7z
Networking
  1. SSH client (remote login program) “ssh adalah program untuk login ke mesin remote dan untuk mengeksekusi perintah pada mesin remote”.
    $ ssh ­-l guest 10.105.11.20
  2. Secure copy (copy file program remote) “scp salinan file antara host pada jaringan”.
    $ scp file1.txt guest@ip_address:~/
  3. Mengkonfigurasi perangkat jaringan.
    $ ifconfig
  4. Mengkonfigurasi perangkat jaringan nirkabel.
    $ iwconfig
  5. Downloader non-interaktif jaringan.
    $ wget -c http://repo.ugm.ac.id/iso/ubuntu/10.04/ubuntu-10.04-netbook-i386.iso
  6. Cetak koneksi jaringan, tabel routing, statistik interface, koneksi masquerade, dan keanggotaan multicast.
    $ netstat
  7. Tool diagnostik jaringan.
    $ mtr google.co.id
  8. Menampilkan penggunaan bandwidth pada sebuah perangkat ethernet oleh host.
    # iftop -i eth0
File Systems
  1. Partisi manipulator.
    # fdisk -­l
  2. Mount file system.
    # mount /dev/sda5 /media/target
  3. Unmount file system.
    # umount /media/target
  4. Cek Estimasi kapasitas file.
    $ du -h
  5. Diskfile, cek kapasitas hardisk.
    $ df -h
  6. Eject removable media
    $ eject -t
Editor
  1. Tek editor yang mirip dengan perintah Pico.
    $ nano readme.txt
  2. Sebuah program tek editor.
    $ pico readme.txt
  3. Perintah tek editor.
    $ vi hello.c
  4. Vi Improved, program text editor.
    $ vim hello.c
Utility
  1. Reboot sistem.
    # reboot
  2. Shutdown komputer.
    # shutdown -h now
    # halt
  3. Menjalankan program secara berkala, menunjukkan output fullscreen.
    $ watch lsusb
  4. Membuat alias dari sebuah perintah.
    $ alias dir='ls -l'
  5. Melihat daftar hardware.
    $ lshw -C network
  6. DMI table decoder
    # dmidecode --type memory
  7. Menampilkan berapa lama sistem telah berjalan.
    $ uptime
  8. Membagi file menjadi potongan-potongan.
    $ split -b 200MB avatar.avi avatar.avi.
  9. Sebuah perangkat lunak multi-lingual speech synthesizer.
    $ espeak -s 80 "Linux"
  10. Command-line perekam suara dan pemutar untuk driver soundcard ALSA.
    $ aplay -l
    $ aplay donw.wav
  11. Perintah dasar perekam suara untuk driver soundcard ALSA.
    $ arecord -f cd -t raw | lame -x -r – out.mp3
  12. Cetak distribusi informasi spesifik.
    $ lsb_release -a
  13. Menampilkan sebuah kalender.
    $ cal 4 2014
  14. Mencetak atau mengatur tanggal dan waktu sistem.
    # date 041520152011
    artinya Apr 15 8:15 2011
  15. Menampilkan perintah-perintah yang sudah digunakan.
    $ history
  16. Kalkulator lewat terminal.
    $ bc
Selamat belajar…


Read More --►

Kamis, 05 September 2013

Tutorial Install Ubuntu 12.04 desktop

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=ltutQ-0nr_Y
Read More --►

Minggu, 25 Agustus 2013

Macam-macam Antena


macam-macam antena untuk jaringan






Macam-macam antena untuk jaringan :


Antena grid antena ini merupakan salah satu antena wifi yang populer,sudut pola pancaran antena ini lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya.
komponen penyusunya yaitu :
1. reflektor
2. pole
3. jumper, fungsinya menghubungkan antena dengan radio.



antena grid ada 2 macam dengan frekunsi yang berbeda yaitu 5,8 Ghz dan 2,4 Ghz
perbedaan terdapat pada pole nya.


gambar antena grid 5,8 Ghz



gambar antena grid 2,4 Ghz



2.antena sectoral
antena sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectoral,yang juga di gunakan untuk access point to serve a point-to-multi-point (P2MP) links.dapat menampung hingga 5 client.beberapa antena sectoral di buat tegak lurus dan ada juga yang horizontal.


antena sectoral


3. Antena flat


fungsinya sama seperti antena grid yaitu memfokuskan ke satu titik.
antena ini hanya di gunakan untuk jarak yang dekat dan tidak untuk jarak yang jauh,karena frequency nya kecil.

gambar antena flat
4. Antena rocket

fungsi nya point-to-point memiliki jangkauan sinyal yang jauh,produk wireless ubiquiti.menggunakan radio rocket M5,cara settinganya menggunakan browser.








gambar antena roket 30dBi 5,8 Ghz






5. antena omnidirectional
antena omnidirectoral yaitu jenis antena yang memiliki pola pemancaran sinyal ke segala arah dengan daya sama,untuk menghasilkan cakupan area yang luas.


antena omnidirectional







6.antena omni slotted maveguide
antena omni slotted maveguide ini merupakan salah satu antena omnidirectoral untuk memancarkan sinyal wireless LAN 2,4 Ghz,dengan polarisasi horizontal.memiliki kemampuan yang sangat bagus dan mampu meningkatkan jangkauan yang lebih jauh.

antena omni slotted mavegide

Read More --►

Jumat, 23 Agustus 2013

Description VMWARE

PENGERTIAN VMWARE



Vmware adalah suatu perangkat lunak yang dapat menciptakan atau menyimulasikan PC barau, yang disebut mesin virtual.




Perangkat keras yang terdapat di dalam mesin virtual sama seperti perangkat keras yang yang dipakai PC, misalnya CPU, RAM, harddisk, keyboard, mouse, CD/ DVD ROM, soundcard. Kata lain PC di dalam PC.




Sistem operasi yang diinstal melalui vmware disebut guest operating system (sistem operasi tamu). Sistem operasi tersebut dapat dijalankan berdampingan dengan sistem operasi utama atau host operating system, yaitu sistem operasi di mana vmware didinstal. Pada proses instalasi sistem operasi guest, harrdisk tidak perlu dipartisi karena vmware telah mengaturnya dengan sangat mudah sehingga data tidak perlu dikhawatirkan akan hilang. Instalasinya sama seperti menginstal pada komputer biasa.




Sistem vmware dapat dibangun di atas Windows dan Linux. Oleh karena itu, salah satu sistem operasi harus dipilih untuk menjadi host operating system (sistem operasi utama). Jika ingin memebuat Linux sebagai sistem operasi guest, maka harus menginstal Windows terlebih dahulu, kemudian instal vmware pada sistem operasi Windows, setelah itu di atas vmware instal Linux sebagai sistem operasi guest sesuia dengan keinginan. Ataupun sebaliknya.







MANFAAT VMWARE




Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh bila menggunakan vmware, antara lain:




1. untuk keperluan uji program (trial and error), tidak perlu me-restart PC untuk beralih system operasi (dual boot) atau berpindah computer.

2. Dapat mengembangkan peranti lunak multiplatform dengan cepat karena adanya lebih dari system operasi yang berjalan bersamaan.

3. Dapat menambah intensitas penggunaan computer tanpa harus memebeli atau menambah computer.

4. bermigrasi dengan mudah dari satu system operasi ke system operasi lain tanpa harus takut kehilanagan data karena salah partisi

5. dapat membuat jaringan antar PC dengan mesin virtual walaupun PC tidak terpasang Network card maupun hub atau switch. VMware akan secara otomatis menyediakannya.

6. vmware memeberikan fleksibilitas penggunaan system operasi secara bersamaan, sehingga bias mempelajari system operasi yang berbeda tanpa harus kehilanagn banyak waktu.




KEBUTUHAN HARDWARE




Virtual machine berjalan pada VMware seperti computer yang sesungguhnya (physical computer) sehingga untuk menjalankannya harus didukung dengan system yang memadai




Syarat minimal hardware adalah sebagai berikut:




1. Processor dengan clock speed 400 MHz atau lebih.

2. Memori dengan kapasitas minimal 128 MB, direkomendasikan 256 MB.

3. Display adapter (VGA)




- Display adapter lebih besar dari 256 color (8 bit).




4. Disk Drive




- 20 MB ruang kosong untuk instalasi dasar.




- Minimal 500 MB ruang kosong pada disk untuk setiap system operasi guest dan software aplikasi yang diinstal di dalamnya..




- IDE atau SCSI harddisk dan CDROM




5. Local Area Network (opsional)




- Ethernet chard yang didukung oleh system operasi utama




- Non Ethernet network yang menggunakan built in NAT (Network Address Translation) atau menggunakan host only networking




6. peripheral lain yang mendukung 1 unit computer.




SISTEM OPERASI UTAMA




VMware tidak dapat diinstal pada semabarang system. Pada platform Microsoft Windows, minimal memerlukan browser Internet Explorer versi 4.0 atau yang lebih tinggi untuk menampilkan fasilitas bantuan. Berikut adalah beberapa system operasi windows yang dapat digunakan sebagai system operasi utama:




1. Windows XP Professional dan Windows XP Home Edition.

2. Windows 2000 Professional, Windows 2000 Server dan Windows 2000 Advanced Server.

3. Windows NT 4.0 Workstation dan Windows NT 4.0 Server.




Untuk platform Linux, vmware mensyaratkan adanya glibc versi 2 atau yang lebih tinggi dan kernel 2.0.32 atau yang lebih tinggi.
Read More --►

Kamis, 22 Agustus 2013

Cara install dan konfigurasi DHCP server



Cara Install Dan Konfigurasi Dhcp Server - Apa itu DHCP ? DHCP adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP






Pertama kita install paketnya dengan perintah apt-get install isc-dhcp-server











Didalam proses penginsalan jangan takut apabila ada kata FAILED, dikarenakan kita belum mengkonfigurasi dhcpnya.


langkah selanjutnya pindah ke “/etc/dhcp/” dengan menggunakan perintah cd /etc/dhcp lalu tekan LS, selanjutnya buka file dhcpd.conf dengan menggunakan vi dhcp.conf


langkah konfigurasi pertama ubah option domain name & option domain name server seperti contoh dibawah ini












Kemudian hillangkan tanda # pada subnet range router dan }


Dan isi subnet netmask, range dan routers


range sama dengan jumlah ip untuk client yang akan anda berikan, option routers untuk gateway anda , lalu SAVE












Kemudian restart dhcp anda dengan menggunakan perintah seperti di bawah ini








kalau kurang mengerti silahkan berkomentar




Read more: http://www.rajainter.net/2013/05/cara-install-dan-konfigurasi-dhcp-server.html#ixzz2cdpmeziS
Read More --►

konfigurasi Access Point



Hai . . .gan gmna kabarnya , kali ini ntoz adhem akan bahas nich gmna caranya konfigurasi Access Point,


Sebelumnya merk Access Point yang digunakan adalah TP-LINK, dan berikut tutorial penyettingannya. Cekidot …
Pertama jelas, siapkan Access Pointnya, kemudian pasang antena, kabel arus/power, kabel LAN pada Access Point dan koneksikan kabel LAN ke komputer.
Setting IP Address dengan cara masuk ke Control Panel –Network Connections – double click pada icon Local Area Connection – pilih Internet Protocol TCP/IP – klik Properties – pilihUse the following IP Address.
Isikan IP Address, misal :IP Address : 192.168.1.2
Subnet mask : 255.255.255.0
Preferred DNS server : 192.168.1.254


Kemudian klik OK – Close.




4. Selanjutnya kita panggil IP Address komputer dan IP Address pada Access Point (TP-LINK) untuk mengetes apakah sudah terkoneksi dengan benar.


Klik Start – Run – ketikkan cmd tekan enter – setelah masuk ke command prompt, kita panggil IP Address komputer terlebih dahulu caranya ketik:


ping 192.168.1.2 — tekan Enter




5. Jika berhasil maka akan keluar pesan “Reply from ….”

6. Sekarang tinggal kita panggil IP Address pada Access Pointnya, untuk mengetahui IP Addressnya silakan lihat pada bagian bawah Access Point. Disana terdapat username, password, dan IP Addressnya. Misal IP Addressnya 192.168.1.254, maka ketikkan pada command prompt sbb:


ping 192.168.1.254 — tekan Enter





7. Jika berhasil maka akan keluar pesan “Reply from ….”

8. Nah, sekarang tinggal penyettingan Access Pointnya. Buka browser misal Firefox, ketikkan IP Address Access Point tadi (192.168.1.254) pada Address bar tekan Enter.


9. Masukkan username dan password Access Point (username dan password bisa Anda lihat dibagian bawah Access Point). Biasanya username : admin , password : admin. Kemudian tekan Enter.





10. Kita telah masuk dihalaman Admin AP, disinilah kita mengkonfigurasi atau me-manage semua pengaturan dan fungsi Access Point.





11. Masuk ke tab Network, tentukan pengaturan standard sbb :





Kemudian klik Save.


12. Lalu masuk ke tab Wireless (bawahnya tab Network), setting namaSSID misal : Alvin In The Web, Region : Indonesia, Channel : Automatic,Mode: 54Mbps (802.11g). Klik Save





13. Masuk ke tab Wireless Mode, disitu terdapat berbagai pilihan kegunaan TP-LINK ini mulai dari Access Point hingga Repeater, tinggal kita saja yang menentukan sebagai apakah TP-LINK ini. Sesuai misi kita, kita gunakan TP-LINK ini sebagai Access Point. Maka pilih Access Point dan checklist pada Enable SSID Broadcast, klik Save.









14. Terakhir kita masuk ke tab DHCP pilih Enable klik Save.





15. Selesai. Gimana sob mudah bukan cara penyettingannya? Sekarang tinggal kita test melalui Laptop/PDA/Perangkat Wi-Fi lainnya. Selamat mencoba …




Kirimkan Ini lewat Email
Read More --►